Cara Mengatur Risiko Trading Agar Tetap Konsisten Profit. Trading itu bukan soal berapa kali menang, tapi seberapa kecil Anda kalah saat salah. Data menunjukkan 70–80 % trader ritel rugi bukan karena strategi jelek, melainkan manajemen risiko buruk. Di era volatilitas tinggi (geopolitik, suku bunga, crypto, hingga saham gorengan), satu kesalahan risk management bisa hapus profit setahun. Berikut cara praktis yang benar-benar dipakai trader konsisten profit 10–30 % per tahun tanpa drama. BERITA BOLA
Aturan Risiko Maksimal 1–2 % Per Trade: Cara Mengatur Risiko Trading Agar Tetap Konsisten Profit
Ini fondasi utama. Modal 100 juta → risiko maksimal per posisi hanya 1–2 juta (1–2 %). Cara hitung: Risiko (Rp) = Jarak stop loss (poin/pips) × Ukuran lot × Nilai per poin Contoh saham: beli harga 1.000, stop loss 950 (50 poin), risiko maksimal 1 juta → maksimal beli 20.000 lembar. Contoh forex: EUR/USD lot 0,10, stop loss 50 pips → risiko ±$50 atau sekitar 800 ribu. Trader yang bisa bertahan 5–10 tahun selalu patuh aturan ini. Sisanya boleh fleksibel, tapi 1–2 % adalah garis suci.
Risk-to-Reward Minimal 1:2, Ideal 1:3: Cara Mengatur Risiko Trading Agar Tetap Konsisten Profit
Jangan pernah masuk trade kalau potensi untung lebih kecil dari risiko. Contoh: risiko 1 juta, target profit minimal 2 juta (1:2) atau 3 juta (1:3). Dengan rasio 1:3, Anda cukup benar 30–35 % saja sudah profit jangka panjang. Cara praktis: tentukan stop loss dulu berdasarkan struktur chart (support/resistance, ATR, swing low), baru cari target yang 2–3 kali lebih jauh. Kalau tidak ada, skip trade itu.
Diversifikasi & Batasan Harian/Mingguan
Jangan taruh semua telur di satu keranjang:
- Maksimal 4–6 posisi terbuka bersamaan.
- Maksimal risiko harian 3–4 % dari total modal (termasuk semua posisi). yang sudah open).
- Maksimal risiko mingguan 6–8 %. Kalau sudah kena batas mingguan, berhenti trading sampai Senin depan. Aturan ini menyelamatkan ribuan akun dari margin call saat market gila (contoh Black Thursday atau crash crypto crash).
Gunakan Stop Loss & Trailing Stop Secara Disiplin
90 % trader yang blow up akun pernah bilang “kali ini gue hold aja, pasti balik”. Jangan jadi bagian statistik itu.
- Selalu pasang hard stop loss sebelum klik buy/sell.
- Pakai trailing stop setelah profit 1:1 untuk mengunci keuntungan.
- Di saham volatil atau crypto, stop loss mental saja tidak cukup—pasang otomatis. Tambahan: kalau news besar (NFP, FOMC, laporan keuangan), kurangi ukuran posisi 50 % atau skip sama sekali.
Kesimpulan
Profit konsisten bukan datang dari holy grail strategy, tapi dari kebiasaan sederhana yang diulang setiap hari: risiko maksimal 1–2 %, RR minimal 1:2, batasan harian/mingguan ketat, dan stop loss tanpa kompromi. Trader yang bisa menjalankan empat aturan ini selama 6–12 bulan biasanya tidak pernah lagi mengalami drawdown >20 %. Sisanya hanya masalah sabar menunggu setup bagus dan eksekusi tanpa emosi. Mulai hari ini terapkan satu per satu—akun Anda akan berterima kasih dalam jangka panjang. Trading itu maraton, bukan sprint. Selamat trading dengan tenang dan tetap cuan!