Berikut Beberapa Rekomendasi Saham IHSG Hari Ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja cetak rekor tertinggi baru di level 8.570,25 pada penutupan Senin (24 November 2025), naik 1,85% berkat inflow asing Rp3,04 triliun dari rebalancing MSCI. Hari ini, Selasa 25 November, IHSG dibuka di 8.570,84 tapi sempat tertekan ke 8.521,25 di sesi pagi, dengan prediksi kisaran 8.450-8.650. Sektor energi dan tambang jadi pendorong utama, sementara konsumen dan infrastruktur ikut menguat. Buat investor ritel yang cari peluang cuan, ini momen tepat pantau saham potensial—tapi ingat, volatilitas tinggi karena profit taking pasca-rekord. Kami rangkum lima rekomendasi berdasarkan analisis terkini: BREN, BRMS, MEDC, AMMN, dan AUTO. Ini bukan ajakan beli, tapi insight untuk portofolio jangka pendek. Siap catat?
Saham BREN (Barito Renewables Energy): Momentum MSCI Masih Panas
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) lagi jadi bintang IHSG kemarin, naik 2,79% ke Rp10.125 per saham setelah masuk MSCI Global Standard Index. Emiten energi terbarukan ini untung besar dari inflow asing, dengan volume transaksi tembus miliaran lembar. Analis bilang, BREN punya prospek cerah karena ekspansi proyek geothermal di Sulawesi dan Jawa, plus dukungan kebijakan transisi energi pemerintah yang targetkan 23% energi hijau di 2025.
Target harga jangka pendek? Rp10.350, dengan support kuat di Rp9.800. Risikonya: fluktuasi harga komoditas energi global, tapi fundamentalnya solid—laba bersih kuartal III naik 15% YoY. Buat pemula, beli di dip pagi ini kalau IHSG stabil di atas 8.500. Saham ini cocok untuk yang suka green investment tanpa ribet.
Saham BRMS (Bumi Resources Minerals): Tambang Emas yang Siap Loncat
Selanjutnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang kemarin naik 3,54% ke Rp1.025, juga baru masuk MSCI dan jadi favorit net buy asing. Perusahaan tambang ini fokus eksplorasi emas dan mineral di Sulawesi, dengan produksi emas naik 20% di 2025 berkat harga emas global di atas US$2.600 per ons. Rebalancing MSCI bikin likuiditasnya melonjak, volume perdagangan kemarin capai 1,2 miliar saham.
Rekomendasi: target Rp1.080, dengan stop loss di Rp950 kalau IHSG koreksi ke 8.400. Kelebihannya, dividen yield 2,5% dan rencana akuisisi tambang baru di Papua. Tapi hati-hati volatilitas komoditas—kalau harga emas turun, BRMS bisa ikut. Ini pilihan bagus untuk trader harian yang incar momentum pasca-rekord IHSG.
MEDC (Medco Energi Internasional): Energi Minyak yang Stabil
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direkomendasikan Pilarmas Investindo karena fundamental kuat di sektor migas. Kemarin saham ini naik 1,2% ke Rp1.200-an, didukung produksi minyak naik 10% QoQ dari blok Blok Cepu dan Tangguh. Dengan harga minyak Brent stabil di US$75 per barel, MEDC punya marjin laba 25% yang aman dari fluktuasi.
Target harga: Rp1.350, dengan resistance di Rp1.250. Analis proyeksi laba 2025 naik 18% berkat ekspansi ke LNG. Risiko utama: regulasi pajak ekspor minyak, tapi inflow MSCI bantu stabilkan harga. Cocok untuk investor jangka menengah yang mau diversifikasi energi konvensional sambil tunggu transisi ke hijau.
AMMN (Amman Mineral Internasional): Tembaga untuk Era EV
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) lagi panas karena lonjakan permintaan tembaga untuk baterai EV global. Kemarin naik 2,1% ke Rp12.500, dengan produksi tambang Batu Hijau di Sumbawa capai 300 ribu ton tahun ini. Masuk MSCI bikin asing borong, net buy Rp500 miliar sepekan terakhir. Harga tembaga di LME naik 5% November ini, dorong valuasi AMMN.
Rekomendasi: beli di Rp12.200, target Rp13.000. Dividen spesial 3% dan rencana IPO anak usaha tambah daya tarik. Risikonya: gangguan cuaca di tambang, tapi prospek jangka panjang cerah dengan target EV Indonesia 2 juta unit di 2025. Ini saham blue chip untuk yang percaya boom mineral kritis.
AUTO (Astra Otoparts): Otomotif yang Tangguh
Terakhir, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dari grup Astra yang kemarin stabil naik 0,5% ke Rp2.800. Emiten komponen otomotif ini untung dari penjualan mobil nasional naik 8% YoY, terutama SUV dan EV lokal. Dengan ekspor ke ASEAN capai 20% revenue, AUTO tahan gejolak domestik. Laba bersih kuartal III naik 12%, didukung margin 15%.
Target: Rp3.000, dengan support Rp2.700. Analis suka karena valuasi PE 10x, undervalued dibanding peer. Risiko: perlambatan ekonomi global, tapi stimulus pemerintah untuk industri otomotif bantu. Pilihan aman untuk portofolio defensif di tengah volatilitas IHSG hari ini.
Kesimpulan
Hari ini, dengan IHSG di kisaran 8.500-an dan inflow MSCI masih berlanjut, kelima saham—BREN, BRMS, MEDC, AMMN, dan AUTO—punya potensi cuan jangka pendek kalau bertahan di atas support 8.450. Tapi ingat, pasar lagi rentan profit taking, jadi pantau data Fed dan volume asing. Buat investor muda, mulai dengan Rp5-10 juta diversifikasi di sini; yang konservatif, tunggu konfirmasi akhir sesi. IHSG rekor baru ini peluang emas, tapi trading bijak ya—jangan FOMO. Selamat berburu cuan, semoga portofoliomu hijau sepanjang minggu!
