mengapa-bitcoin-saat-ini-sedang-sangat-drop

Mengapa Bitcoin Saat Ini Sedang Sangat Drop? Di akhir November 2025, Bitcoin mengalami penurunan tajam yang menghapus seluruh keuntungan tahunannya. Dari puncak di atas 126.000 dolar AS awal Oktober, harganya kini merosot ke kisaran 80.000–93.000 dolar, turun lebih dari 25% dalam sebulan. Penurunan ini bukan gejolak biasa, tapi bagian dari flight to safety yang lebih luas di pasar keuangan. Investor mulai tarik dana dari aset berisiko tinggi, termasuk kripto, di tengah ketidakpastian ekonomi global. Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita bedah alasannya secara sederhana. BERITA BOLA

Perubahan Sentimen Risiko Pasar: Mengapa Bitcoin Saat Ini Sedang Sangat Drop?

Penurunan Bitcoin mencerminkan sikap hati-hati investor secara keseluruhan. Setelah euforia pasca-pemilu AS yang dorong harga ke rekor, pasar kini bergeser ke mode defensif. Indeks saham dunia turun 3%, sementara aset spekulatif seperti saham AI dan kripto ikut terpukul. Bitcoin, yang sering dianggap sebagai “emas digital”, justru jadi korban karena likuiditasnya tinggi dan volatilitasnya ekstrem. Long-term holder mulai ambil untung lebih cepat, sementara short-term trader panik jual saat harga tembus level psikologis 100.000 dolar. Hasilnya, penurunan berantai yang hapus 35% nilai sejak puncak, mirip pola distribusi di siklus sebelumnya.

Ketidakpastian Kebijakan Moneter: Mengapa Bitcoin Saat Ini Sedang Sangat Drop?

Federal Reserve jadi biang kerok utama. Harapan pemangkasan suku bunga agresif mulai pudar setelah data inflasi AS yang lebih panas dari ekspektasi. Investor khawatir Fed tunda potong bunga Desember, yang biasanya ramah bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Historisnya, saat suku bunga naik di 2018 dan 2022, Bitcoin anjlok 75–80% karena biaya pinjaman lebih mahal dan return obligasi lebih menarik. Kini, dengan yield Treasury 10-tahun naik ke 4,5%, dana mengalir keluar dari kripto menuju aset aman. Bitcoin yang sempat naik 83% pasca-pemilu kini negatif 2% year-to-date, menandakan akhir dari rally spekulatif sementara.

Tekanan Teknis dan Likuidasi

Dari sisi teknis, Bitcoin sudah tembus support kunci di 93.200 dolar, memicu likuidasi massal senilai miliaran dolar. Breached 100.000 dolar jadi “trap door” yang dorong short-term holder jual rugi, dengan volume koin di bawah tiga bulan mendominasi penjualan. Indikator seperti RSI menunjukkan oversold ekstrem, mirip level April lalu, tapi momentum turun masih kuat. Options trading tambah bensin ke api: gamma squeeze dan forced selling dari posisi leveraged perbesar volatilitas, bikin harga jatuh 7,6% dalam sehari. Analis perkirakan jika tembus 80.000 dolar, separuh holding korporasi bisa “underwater”, picu jual lebih lanjut.

Dampak Eksternal dan Bubble AI

Gejolak bukan cuma internal kripto. Kekhawatiran bubble AI dan ketergantungan pasar pada segelintir raksasa tech dorong investor kurangi eksposur spekulatif. Bitcoin ikut terseret karena korelasi tinggi dengan Nasdaq, yang turun 5% minggu ini. Selain itu, regulasi global yang ketat pasca-skandal 2022 membuat institusi hati-hati, meski ada undang-undang pro-kripto baru di AS. Ether dan altcoin lain anjlok lebih dalam—sampai 20%—tambah beban pada ekosistem. Ini bukan krisis kripto spesifik, tapi koreksi sistemik yang bersihkan leverage berlebih.

Kesimpulan

Penurunan Bitcoin saat ini adalah kombinasi sentimen risiko lemah, kebijakan moneter hati-hati, tekanan teknis, dan faktor eksternal yang saling bertumpuk. Meski menyakitkan, ini bisa jadi peluang beli bagi investor jangka panjang, seperti yang disebut Michael Saylor sebagai “deleveraging sehat”. Pasar kripto selalu volatil, tapi siklus rebound historis menjanjikan. Pantau data inflasi Desember dan pidato Fed—itu kunci pemulihan. Untuk sekarang, kesabaran adalah strategi terbaik di tengah badai ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *